Ini kunci sukses hadapi MEA bagi sektor industri

693171163p

JAKARTA. Dalam waktu kurang dari empat bulan, perdagangan dan industri Indonesia dan negara Asia Tenggara akan masuk era liberalisasi pasar Masyarakat Ekonomi ASEAN. Bagaimana kiat industri menghadapi liberalisasi pasar?

Harjanto, Direktur Jenderal Industri Kimia, Tekstil, dan Aneka Kementerian Perindustrian mengatakan, sektor industri perlu meningkatkan daya saing dan nilai tambah untuk bisa bersaing dalam era liberalisasi.

"Dalam waktu dekat industri bakal masuk era liberalisasi. Supaya bisa bersaing kuncinya adalah peningkatan daya saing dan nilai tambah," ujar Harjanto saat memberikan sambutan dalam acara Pameran Produk Industri Aneka, di Gedung Kementerian Perindustrian Selasa (15/9).

Ia mengatakan industri manufaktur, khusus sektor industri aneka turut memberikan kontribusi besar untuk pertumbuhan ekonomi. "Jadi semakin mereka berdaya saing dan bernilai tambah, makin bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi," ujar Harjanto.

Berdasarkan data Kementerian Perindustrian, industri aneka terdiri dari 1.035 perusahaan dengan menyerap 1,08 juta orang. Adapun nilai investasi di Industri ini mencapai Rp 21,23 triliun.

Sementara itu total nilai ekspor industri aneka pada 2014 mencapai US$ 11,13 miliar, atau setara dengan 6,31% ekspor nasional.

Neraca Perdagangan Agustus Surplus US$433,8 Juta

20121008115754173

JAKARTA-Badan Pusat Statistik (BPS) melansir bahwa neraca perdagangan Indonesia pada Agustus 2015 mengalami surplus 433,8 juta dolar Amerika Serikat, yang dipicu surplus sektor nonmigas sebesar 1,01 miliar dolar AS meskipun sektor migas mengalami defisit 580 juta dolar AS.

"Neraca perdagangan Agustus 2015 mengantongi surplus sebesar 433,8 juta dolar AS, dimana kinerja ekspor tercatat sebesar 12,78 miliar dolar AS sementara impor sebesar 12,27 miliar dolar AS," kata Kepala BPS, Suryamin, dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa.

Suryamin mengatakan, jika dilihat dari sisi volume, neraca perdagangan juga mengalami surplus sebesar 28,94 juta ton. Hal tersebut didorrong oleh adanya surplus neraca nonmigas sebesar 29,26 juta ton, sementara sektor migas mengalami defisit sebesar 320 ribu ton.

Untuk kinerja ekspor pada Agustus 2015 tercatat sebesar 12,70 miliar dolar AS yang meningkat sebesar 10,79 persen jika dibandingkan dengan Juli lalu, sementara jika dibandingkan Agustus 2014 lalu mengalami penurunan sebesar 12,28 persen.

Sementara untuk kinerja impor, nilai pada Agustus 2015 mencapai 12,27 miliar dolar AS atau mengalami kenaikan sebesar 21,69 persen jika dibandingkan Juli lalu, dan jika dibandingkan dengan Agustus tahun lalu mengalami penurunan sebesar 17,06 persen.

"Secara kumulatif, neraca perdagangan Januari-Agustus 2015 masih mengantongi surplus sebesar 6,22 miliar dolar AS," ujar Suryamin.

Suryamin menjelaskan, secara kumulatif kinerja ekspor sepanjang Januari-Agustus 2015 tercatat sebesar 102,52 miliar dolar AS, sementara impor sebesar 96,30 miliar dolar AS.(*/hrb)

Sumber : INVESTOR DAILY

Agustus 2015, Defisit Anggaran Federal AS Turun

 Agustus 2015, Defisit Anggaran Federal AS Turun

(Foto: Ilustrasi)
 

INILAHCOM, Washington - Defisit anggaran pemerintah federal AS menurun, Agustus 2015, memberikan keyakinan baru bahwa negara ini siap memenuhi target pengurangan defisit. Demikian Departemen Keuangan AS mengatakan, Jumat (11/09/2015).

Defisit anggaran mencapai US$64,4 miliar pada Agustus 2015, 50 persen lebih rendah dari jumlah yang tercatat setahun lalu. Dalam sebelas bulan pertama tahun fiskal 2015, yang dimulai Oktober lalu dan berakhir pada September tahun ini, defisit berjalan sepuluh persen di bawah tingkat tahun lalu.

Pekan lalu, Kantor Anggaran Kongres (CBO) memperkirakan bahwa defisit anggaran pada tahun fiskal 2015 akan berjumlah US$425 miliar, turun lebih dari 12 persen dari perkiraan sebelumnya 486 miliar dolar AS. [tar]